12 Maret 2011

Pengertian, Fungsi dan Macam-macam Metode Pendidikan Islam


Pengertian, Fungsi dan Macam-macam
Metode Pendidikan Islam
1.      Pendahuluan
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, karena dengan pendidikan seseorang dapat meraih cita-cita yang diinginkan. Tentunya untuk mencapai cita-cita tersebut seseorang membutuhkan pendidik untuk membantunya mewujudkan cita-citanya.
Karena pendidik adalah kunci utama dalam mencapai cita-cita yang dinginkan oleh setiap orang, maka dalam hal ini pendidik harus bekerja keras untuk hal yang demikian. Kerja keras itu harus didukung dengan kompetensi yang dimiliki oleh seorang pendidik. Jika seorang pendidik tidak memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan, maka bisa dipastikan peserta didik tidak akan dapat mencapai cita-citanya, begitupun dengan dunia pendidikan tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu menjadikan peserta didik menjad insan kamil.
Tentunya seorang pendidik harus memiliki metode atau cara yang tepat dalam mewujudkan itu semua. Berikut ini, sedikit pemakalah membahas mengenai masalah demikian, yaitu tentang fungsi dan macam-macam metode pendidikan Islam yang nantinya akan membantu mewujudkan dan terlaksananya tujuan dari pendidikan.
2.      Pembahasan
A.    Pengertian Metode Pendidikan Islam
Sebelum lebih jauh kita membahas mengenai pengertian metode pendidikan Islam, maka kita harus mengetahui pengertian dari setiap kata tersebut. Maka dengan ini penulis menguraikan menjadi dua kata, yaitu kata metode dan kata pendidikan Islam.
Metode berasal dari dua perkataan yaitu meta yang artinya adalah melalui dan hodos yang berarti jalan atau cara. Dapat disimpulkan bahwa metode adalah suatu jalan atau cara yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan.[1] Adapun istilah metodologi berasal dari kata metoda dan logi. Logi berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti akal atau ilmu. Jadi metodologi artinya ilmu tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.[2]
Ada pula yang mengatakan bahwa metode adalah suatu cara untuk menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu tersebut. Ada pula yang mengatakan metode adalah suatu jalan untuk mencapai suatu tujuan, hal ini senada dengan penjelasan pada paragraf kedua.
Jalan untuk mencapai tujuan itu bermakna ditempatkan pada posisinya sebagai suatu cara untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan ilmu atau tersistematisasikannya suatu pemikiran.
Dalam bahasa Arab kata metode diungkapkan dalam berbagai kata. Terkadang digunakan kata atthariqah, manhaj, dan alwashilah. Thariqah berarti jalan, ,manhaj berarti sistem, dan washilah berarti perantara atau mediator.[3] Dengan demikian kata yang paling dekat dengan metode adalah kata thariqah. Karena sebagaimana dijelaskan pada awal pargraf secara bahasa metode adalah suatu jalan untuk mencapai suatu tujuan.
Dengan pendekatan kebahasaan tersebut nampak bahwa metode lebih menunjukkan kepada jalan, dalam arti jalan yang bersifat non fisik. Yaitu jalan dalam bentuk ide-ide yang mengacu pada cara menghantarkan seseorang untuk mencapai pada tujuan yang ditentukan.
Secara terminologi atau istilah metode bisa membawa pada pengertian yang bermacam-macam, yaitu ada kognitifnya seperti tentang fakta-fakta sejarah, syarat-syarat sah shalat, ada juga aspek afektifnya seperti penghayatan pada nilai-nilai dan akhlak, dan ada juga aspek psikomotorik seperti praktek shalat, haji dan sebagainya.[4]
Sedangkan pendidikan Islam dalam arti sempit, adalah bimbingan yang dilakukan seseorang yang kmudian disebut pendidik., terhadap orang lain yang kemudian disebut peserta didik. Terlepas dari apa dan siapa yang membimbing, yang pasti pendidikan diarahkan untuk mengembangkan manusia dari berbagai aspek dan dimesnsinya, agar ia berkembang secara maksimal (Ahmad Tafsir, 1994: 24-27).[5]
Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya, serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkannya melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama, dengan sebaik-baiknya.
Zuhairini, dkk. (1992:149) merumuskan bahwa pendidikan adalah  suatu aktivitas untuk mengembanngkan seluruh aspek kepribadian manusia yang berjalan seumur hidup. Pendidikan bukan hanya bersifat formal saja, tetapi mencakup juga yang non formal[6]. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, pendidikan adalah suatu aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadi rohani (pikir, rasa, karsa, dan budi nurani).
Dapat pemakalah simpulkan bahwa metode pendidikan islam adalah suatu jalan atau cara untuk mencapai tujuan pendidikan melalui aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadi.
Oleh karena itu dalam pandangan filosofis pendidikan, metode merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang mempunyai fungsi ganda yaitu: bersifat polipragmatis dan monopragmatis. Polipragmatis berarti metode memiliki kegunaan yang serba ganda, misalnya suatu metode tertentu pada satu kondisi tertentu dapat digunakan untuk memangun atau memperbaiki sesuatu. Sebaliknya monopragmatis yaitu mengandung satu macam kegunaan untuk satu macam tujuan.[7]
Dengnan demikian metode tersebut memiliki posisi penting dalam mencapai tujuan. Metode adalah cara yang paling cepat dan tepat dalam memperoleh tujuan yang diinginkan. Jika metode dapat dikuasi maka akan memudahkan jalan dalam mencapai tujuan dalam pendidikan Islam.
B.     Fungsi Metode
Fungsi mtode secara umum dapat dikemukakan sebagai pemberi jalan atau cara yang sebaik mungkin bagi pelaksanaan operasional dari ilmu pendidikan tersebut. Sedangkan dalam konteks lain metode dapat merupakan sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu.[8]
Dari dua pendekatan tersebut dapat dilihat pada intinya metode berfungsi mengantarkan pada suatu tujuan objek sasaran tersebut. Oleh karena itu terdapat suatu prinsip yang umum dalam memfungsikan metode, yaitu suatu prinsip agara pengajaran dapat disampaikan dalam suasana yang menyenangkan, menggembirakan, penuh dorongan dan motivasi, sehingga pelajaran atau materi didikan itu dapat dengan mudah diberikan.
Dalam Al-Qur’an sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini, metode dikenal sebagai sarana yang menyampaikan seseorang kepada tujuan penciptaannya sebagai khalifah  di muka bumi dengan melaksanakan pendekatan di mana manusia ditempatkan sebagai makhluk yang memiliki potensi rohaniah dan jasmaniah yang keduanya dapat digunakan saluran penyampaian materi pelajaran. Karenanya terdapat suatu prinsip umum dalam memfungsikan metode, yaitu prinsip agar pengajaran dapat disampaikan dalam suasana menyenangkan, menggembirakan, penuh dorongan, dan motivasi, sehingga pelajaran atau materi didikan itu dapat dengan mudah diberikan. Banyaknya metode yang ditawarkan para ahli sebagaimana dijumpai dalam buku-buku kependidikan lebih merupakan usaha mempermudah atau mencari jalan paling sesuai dengan perkembangan jiwa anak dalam menerima pelajaran.(Blog MTs Bahrul Ulum, Tasik Malaya).
Dalam menyampaikan materi pendidikan kepada peserta didik sebagaimana disebutkan di atas perlu ditetapkan metode yang didasarkan kepada pandangan dalam menghadapi manusia sesuai dengan unsur penciptaannya, yaitu jasmani, akal, dan jiwa yang dengan mengarahkannya agar menjadi orang yang sempurna. Karena itu materi-materi pendidikan yang disajikan oleh Al-Qur’an senantiasa mengarah kepada pengembangan jiwa, akal, dan jasmani manusia itu, hingga dijumpai ayat yang mengaitkan keterampilan dengan kekuasaan Tuhan, yaitu ayat yang berbunyi :
وما رميت إذ رميت ولكنّ الله رمى … (الانفال : ۱٧
“Dan  bukanlah kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (QS. Al-Anfal [8]:17). (Depag RI, Al-Qur’an dan terjemahnya, 1993).

C.    Macama-macam Metode Pendidikan Islam
Sebelum kita membahas tentang macam-macam metode pendidikan Islam, maka terlebih dahulu akan dijelaskan beberapa pendekatan yang ada dalam metode pendidikan Islam, karena metode lahir untuk merealisasikan pendekatan yang telah ditetapkan.
Dalam Al-Quran, pendekatan tersebut menggunakan sistem multiple approach. Diantaranya adalah:
1.      Pendidikan religius. Manusia dilahirkan memilliki fitrah (potensi dasar) atau bakat agama.
2.      Pendekatan filosofis. Manusia adalah makhluk rasional atau berakal pikiran untuk mengembangkan diri dan kehidupannya.
3.      Pendekatan rasio kultural. Manusia adalah makhluk bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga latar belakangnya mempengaruhi proses pendidikan.
4.      Pendekatan scientific. Bahwa manusia memiliki kemampuan kognitif dan afektif yang harus ditumbuhkembangkan.[9]
Adapaun secara umum metode pendidikan Islam dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian, yaitu:
1.      Metode ceramah, memberikan pengertian dan uraian suatu masalah.
2.      Metode diskusi memecahkan masalah dengan berbagai tanggapan.
3.      Metode eksperimen, mengetahui terjadinya proses suatu masalah.
4.      Metode demonstrasi, menggunakan praga untuk memperjelas masalah.
5.      Metode pemberian tugas, dengan cara memberi tugas tertentu secara bebas dn bertanggung jawab.
6.      Metode sosiodrama, menunjukkan tingkah laku kehidupan.
7.      Metode drillm mengukur daya serap terhadap pelajaran.
8.      Metode kerja kelompok.
9.      Metode tanya jawab.
10.  Metode proyek, memecahkan masalah dengan langkah-langkah secara ilmiah, logis dan sistematis.[10]
Sedangkan menurut A. Heris hermawan dalam bukunya filsafat pendidikan Islam mengatakan, bahwa ada beberapa macam metode yang dijelaskan dalam Al-Quran dan sunnah, yaitu:
1.      Metode kisah, yaitu memberikan materi pelajaran melalui kisah atau cerita. Prinsip dasar ini diambil dari Al-Quran surat Al_Qashas ayat 76.
* ¨bÎ) tbr㍻s% šc%Ÿ2 `ÏB ÏQöqs% 4ÓyqãB 4Óxöt7sù öNÎgøŠn=tæ ( çm»oY÷s?#uäur z`ÏB ÎqãZä3ø9$# !$tB ¨bÎ) ¼çmptÏB$xÿtB é&þqãZtGs9 Ïpt6óÁãèø9$$Î/ Í<'ré& Ío§qà)ø9$# øŒÎ) tA$s% ¼çms9 ¼çmãBöqs% Ÿw ÷ytøÿs? ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä tûüÏm̍xÿø9$# ÇÐÏÈ
 Artiny: “Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, Maka ia
berlaku aniaya terhadap mereka, dan kami Telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya Berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".
2.      Metode dialog
3.      Metode amtsal, yaitu guru menyampaikan materi pembelajaran dengan membuat suatu perumpamaan. Prinsip dasar meode tersebut terdapat dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 17.
öNßgè=sVtB È@sVyJx. Ï%©!$# ys%öqtGó$# #Y$tR !$£Jn=sù ôNuä!$|Êr& $tB ¼ã&s!öqym |=ydsŒ ª!$# öNÏdÍqãZÎ/ öNßgx.ts?ur Îû ;M»yJè=àß žw tbrçŽÅÇö6ムÇÊÐÈ
Artinya: “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat Melihat”.
Masih banyak lagi ayat Al-Quran yang membahas dan menjadi dasar dari metode tersebut.
4.      Metode teladan
5.      Metode pembiasaan
6.      Metoode targhib dan tarhib, yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi pembelajaran dengan mengunakan ganjaran terhadap kebaikan dan hukuman terhadap keburukan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.
Jelasnya adalah, semua metode yang telah dijelaskan tersebut, tidaklah terlepan dari peran Al-Quran yang memberikan gambaran kepada pendidik untuk menggunakan berbagai macam metode dalam pendidikan, terutama dalam pendidikan Islam.
Mungkin kita semua akan bertanya pada diri kita sendiri tentang metode tersebut, apakah dalam Al-Quran dijelaskan tentang metode untuk pendidikan umum?
Dalam hal ini pemakalah mengatakan, bahwa pada dasarnya semua metode yang digunakan dalam pendidikan baik Islam atau umum tidaklah terlepas dari metode yang telah disampaikan dalam Al-Quran. Hanya saja dalam praktenya berbeda. Karena setiap pendidik memiliki karakter yang berbeda dalam menyampaikan metode pendidikan, walaupun metode tersebut sama.
3.      Kesimpulan
a.       Metodologi pendidikan secara umum dapat dikemukakan sebagai mediator pelaksanaan operasional pendidikan. Secara khusus biasanya metodologi pendidikan berhubungan dengan tujuan dan materi pendidikan dan juga dengan kurikulum. Dengan bertolak pada dua pendekatan ini dapat dikatakan bahwa metode berfungsi mengantarkan pada suatu tujuan kepada obyek sasaran tersebut.
Metodologi pendidikan harus mempertimbangkan kebutuhan, ketertarikan, sifat dan kesungguhan para pesrta didik dan juga harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan kekuatan intelektualannya. Pendidik dalam memberikan pelajaran atau mendidik peserta didik harus bisa memberi keleluasaan sehinnga peserta didik dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar.
b.      Dalam menguraikan macam-macam metode pendidikan penulis melihatnya dari tiga sudut pandang, yaitu:
-          Metode pendidikan dari sudut pandang yang umum, dalam arti semua metode dikuasai oleh pendidik, dengan cara pembiasaan, latihan, meniru. Dalam hal ini pendidika sudah menguasai materi yang akan disampaikan kepada peserta didik.
-          Metode pendidikan dari sudut pandang yang khusus, dalam arti metode ini hanya pendidik yang memilikinya, yaitu ilmu tentang kependidikan, ilmu yang khusus dipelajri oleh pendidik (ilmu pedagogik). Dalam hal ini pendidika harus memiliki kematangan materi yang akan disampaikan.
-          Metode Yang Khusus Digunakan Untuk Menilai Pelaksanaan Program Pendidikan. Pada umumnya metode ini disebut dengan metode penelitian pendidikan, jadi metode ini digunakan dalam rangka pengembangan dan kemajauan pendidikan, antara lain dari metode ini adalah survai, eksperimen yang menggunakan alat ukur seperti tes, wawancara, observasi, kuesioner.









DAFTAR PUSTAKA
Arief, Armai.Dr, M.A. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002)

Hermawa, Heris, A. M.Ag. Filsafa Pendidikan Islam, Direktorat jenderal Pendidikan Islam (Departemen Agama)

Nata, Abudin, Prof, Dr, MA. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratam, 2005)

Uhbiyati, Nur, Hj, Dra. Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung: CV Pustaka Setia, 1999)



      [1] Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: CV Pustaka Setia, 1999), cet-Kedua, hal.  99
     [2] Ibid, hal. 99
     [3] H. Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005), Edisi Baru, hal. 144
      [4] Ibid, hal. 145
      [5] Andewi Suhartini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, hal. 4
      [6] Ibid, hal. 4-5
      [7] Ibid.Andewi Suhartini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, hal. 235
        [8] H. Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, ibid, hal. 146
      [9] Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal. 41
       [10] Ibid, Armai Arief, hal. 41-42

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar