29 Maret 2011

pelaksanaan qurban 2010

 pegang yang kenceng!!! BISMILLAAHI ALLAAHU AKBAR!!!

tenang sayang...ga sakit koq.. paling kayak digigit semut

Awas!! kurang kenceng tuuuuh


 Tarik maaaaaaaaaang...

 BISMILLAAHI ALLAAHU AKBAR!!!

 sebenernya ini acara qurban ato 17an sih...

 lomba ngeset kulit

 curang... 1 rame-rame


 dagingnya sekilo berapa pa?

Pak munir lagi berdiri ato tiduran yah?

28 Maret 2011

PRINSIP SUPERVISI PENDIDIKAN


I.     PENDAHULUAN
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut lembaga pendidikan untuk lebih dapat menyesuaikan dengan arus perkembangan tersebut. Lulusan suatu sekolah harus sesuai dengan tuntutan perkembangan yang ada. Personil sekolah yang memadai kemampuannya menjadi perhatian utama bagi setiap lembaga pendidikan. Diantara personil yang ada, guru merupakan jajaran terdepan dalam menentukan kualitas pendidikan. Guru setiap hari bertatap muka dengan siswa dalam proses pembelajaran. Karena itu guru yang berkualitas sangat dibutuhkan oleh setiap sekolah. Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah memerlukan pendidikan profesional dan sistematis dalam mencapai sasarannya. Efektivitas kegiatan kependidikan di suatu sekolah dipengaruhi banyaknya variabel (baik yang menyangkut aspek personal, operasional, maupun material) yang perlu mendapatkan pembinaan dan pengembangan secara berkelanjutan. Proses pembinaan dan pengembangan keseluruhan situasi merupakan kajian supervisi pendidikan.
            Kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah memiliki kewajiban membina kemampuan para guru. Dengan kata lain kepala sekolah hendaknya dapat melaksanakan supervisi secara efektif. Sementara ini pelaksanaan supervisi di sekolah seringkali masih bersifat umum. Aspek-aspek yang menjadi perhatian kurang jelas, sehingga pemberian umpan balik terlalu umum dan kurang mengarah ke aspek yang dibutuhkan guru. Sementara guru sendiripun kadang kurang memahami manfaat supervisi. Hal ini disebabkan tidak dilibatkannya guru dalam perencanaan pelaksanaan supervisi. Padahal proses pelaksanaan supervisi yang melibatkan guru sejak tahap perencanaan memungkinkan guru mengetahui manfaat supervisi bagi dirinya. Supervisi merupakan pendekatan yang melibatkan guru sejak tahap perencanaan. Supervisi merupakan jawaban yang tepat untuk mengatasi kekurangtepatan permasalahan yang berhubungan dengan guru pada umumnya. Kepala sekolah diharapkan memahami dan mampu melaksanakan supervisi karena keterlibatan guru sangat besar mulai dari tahap perencanaan sampai dengan analisis keberhasilannya.

II.      PEMBAHASAN
1.    Pengertian
Supervisi berasal dari kata supervision yang terdiri dari dua kata yaitu super yang berarti lebih dan vision yang berarti melihat atau meninjau. Secara terminologis supervisi sering diartikan sebagai serangkaian usaha bantuan pada guru. Sehingga supervisi secara etimologis mempunyai konsekuensi disamakannya pengertian supervisi dengan pengawasan dalam pengertian lama, berupa inspeksi sebagai kegiatan kontrol yang otoriter.
Nawawi (1988:103) mengemukakan bahwa supervisi sebagai melihat atau meninjau dari atas atau menilik dan menilai dari atas yang dilakukan oleh pihak atasan (orang yang memiliki kelebihan) terhadap perwujudan kegiatan dan hasil kerja bawahan. Inspeksi diartikan sebagai kegiatan menyelidiki kesalahan para bawahan (guru) dalam melaksanakan instruksi atau perintah serta peraturan dari atasannya. Supervisi terutama sebagai bantuan yang berwujud layanan profesional yang dilakukan oleh kepala sekolah, penilik sekolah, dan pengawas serta supervisor lainnya untuk meningkatkan proses dan hasil belajar. Jika yang dimaksudkan supervisi adalah layanan profesional untuk meningkatkan proses dan hasil belajar, maka banyak pakar yang memberikan batasan supervisi sebagai bantuan kepada staff untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang lebih baik (Depdikbud, 1975).

2.    Urgensi Supervisi Pendidikan
a.    pentingnya Supervisi Pendidikan Dilihat Dari Tujuan Dan Fungsinya
Pentingnya supervisi adalah untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam meningkatkan proses hasil belajar melalui pemberian bantuan yang terutama bercorak layanan profesional kepada guru. Jika proses belajar meningkat, maka hasil belajar diharapkan juga meningkat. Dengan demikian, rangkaian usaha supervisi profesional guru akan memperlancar pencapaian tujuan kegiatan belajar mengajar (Depdikbud, 1986).
Secara umum supervisi memiliki kegunaan untuk memberikan bantuan dalam mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik (Wiles, 1987), melalui usaha peningkatan profesional mengajar (Depdikbud, 1975); menilai kemampuan guru sebagai pendidik dan pengajar dalam bidang masing-masing guna membantu mereka melakukan perbaikan dan bilamana diperlukan dengan menunjukkan kekurangan-kekurangan untuk diperbaiki sendiri (Nawawi, 1983).
Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut diatas supervisi berfungsi untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru, mengkoordinasikan semua usaha sekolah, memperlengkapi kepemimpinan sekolah, memperluas pengalaman guru-guru, menstimulasi usaha-usaha yang kreatif, memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus, menganalisis situasi belajar mengajar, memberikan pengetahuan dan ketrampilan guru serta staf, mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan guru (Briggs, 1938).
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan fungsi supervisi adalah menumbuhkan iklim bagi perbaikan proses dan hasil belajar melalui serangkaian upaya supervisi terhadap guru-guru dalam wujud layanan profesional.

b. pentingnya Supervisi Pendidikan Sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru
Guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek “guru” dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional.
Ada dua metafora untuk menggambarkan pentingnya pengembangan sumber daya guru. Pertama, jabatan guru diumpamakan dengan sumber air. Sumber air itu harus terus menerus bertambah, agar sungai itu dapat mengalirkan air terus-menerus. Bila tidak, maka sumber air itu akan kering. Demikianlah bila seorang guru tidak pernah membaca informasi yang baru, tidak menambah ilmu pengetahuan tentang apa yang diajarkan, maka ia tidak mungkin memberi ilmu dan pengetahuan dengan cara yang lebih menyegarkan kepada peserta didik.
Kedua, jabatan guru diumpamakan dengan sebatang pohon buah-buahan. Pohon itu tidak akan berbuah lebat, bila akar induk pohon tidak menyerap zat-zat makanan yang berguna bagi pertumbuhan pohon itu. Begitu juga dengan jabatan guru yang perlu bertumbuh dan berkembang. Baik itu pertumbuhan pribadi guru maupun pertumbuhan profesi guru. Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan output pendidikan berkualitas. Itulah sebabnya guru perlu belajar terus menerus, membaca informasi terbaru dan mengembangkan ide-ide kreatif dalam pembelajaran agar suasana belajar mengajar menggairahkan dan menyenangkan baik bagi guru apalagi bagi peserta didik.

c.    Aspek-aspek dalam supervisi pendidikan
Wiles (1987) mengemukakan terdapat tiga aspek kegiaan supervisi yaitu aspek personil, aspek operasional, dan aspek material. Aspek personil meliputi subjek yang terlibat dalam suatu situasi supervisi. Aspek operasional mencakup aktivitas individu dan kelompok yang terlibat dalam suatu situasi dengan mendayagunakan segala sumber yang ada baik human resource dan nonhuman resource guna mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran yang telah ditetapkan. Aspek material mencakup segala benda baik yang bersifat hard ware maupun soft ware yang didayagunakan untuk memperlancar proses pembelajaran.

d.        Jenis-jenis supervisi pendidikan.
Secara umum ada 2 (dua) kegiatan yang termasuk dalam kategori supevisi pengajaran, yakni:
1.  Supervsi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru-guru.
Secara rutin dan terjadwal Kepala Sekolah melaksanakan kegiatan supervisi kepada guru-guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam prosesnya, kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. Guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencana pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru. Saat kegiatan supervisi berlangsung, kepala sekolah menggunakan leembar observasi yang sudah dibakukan, yakni Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG terdiri atas APKG 1 (untuk menilai Rencana Pembelajaran yang dibuat guru) dan APKG 2 (untuk menilai pelaksanaan proses pembelajaran) yang dilakukan guru.

2.  Supervisi yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolah dan guru-guru untuk meningkatkan kinerja.
Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. Gugus sekolah adalah gabungan dari beberapa sekolah terdekat, biasanya terdiri atas 5-8 sekolah dasar. Hal-hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervisi untuk memantau kinerja kepala sekolah, di antaranya meliputi bidang akademik, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana dan prasarana, dan hubungan masyarakat.

3.    Tehnik supervisi
Seorang guru yang mendapat layanan supervisi akan mengalami proses belajar. Ia akan melakukan dari pengalaman mengajarnya dan dengan bantuan supervisor berusaha untuk memperbaiki prilaku mengajarnya. Dengan demikian, teknik supervisi yang dipakai untuk membantu guru harus didasarkan kepada teori dan prinsip belajar. Pengetahuan tentang teori belajar ini dapat diperoleh dari disiplin ilmu psikologi belajar. Dibawah ini diuraikan satu persatu pendekatan dan teknik dalam supervisi yang didasarkan atas aliran – aliran psikologi yang menjelaskan tentang proses belajar.


a.    Pendekatan Humanistik
Pendekatan humanistik timbul dari keyakinan bahwa guru tidak dapat diperlakukan sebagai sebagai alat semata- mata untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar. Guru bukan masukan mekanistik dalam proses pembinaan, dan tidak sama dengan masukan sistem lain yang bersifat kebendaan. Dalam proses pembinaan, guru mengalami perkembangan secara terus menerus, dan program supervisi harus dirancang untuk mengikuti pola perkembangan itu. Belajar harus dilakukan melalui pemahaman tentang pengalaman nyata yang diambil secara rill.
Teknik supervisi yang digunakan oleh para supervisor yang menggunakan humanistik tidak mempunyai format yang standar, tetapi tergantung pada kebutuhan guru. Mungkin ia hanya melakukan observai tanpa melakukan analisis dan interpretasi, mungkin ia hanya mendengar tanpa membuat observasi atau mengatur penataan dengan atau tanpa memberi sumber dan bahan belajar yang diminta guru.

b.                                                                                        b. Pendekatan Kompetensi
Pendekatan ini mempunyai makna bahwa guru harus mempunyai kompetensi tertentu untuk melaksanakan tugasnya. Pendekatan kompetensi di dasarkan atas asumsi bahwa tujuan supervisi adalah membentuk kompetensi minimal yang harus dikuasai guru. Guru tidak memenuhi kompetensi itu dianggap tidak akan produktif. Tugas supervisor adalah menciptakan lingkungan yang sangat terstruktur sehingga secara bertahap guru dapat menguasai kompetensi yang dituntut dalam mengajar. Teknik supervisi yang menggunakan pendekatan kompetensi adalah sebagai berikut :

c. Pendekatan Klinis
Asumsi dasar pendekatan ini adalah proses belajar guru untuk berkembang dalam jabatannya tidak dapat dipisahkan dari proses belajar yang dilakukan guru tersebut. Belajar bersifat individual. Oleh karena itu, proses sosialisasi harus dilakukan dengan membantu guru secara tatap muka dan individual. Pendekatan ini mengkombinasikan target yang tersruktur dan pengembangan pribadi.
Supervisi klinis adalah suatu proses tatap muka antara supervisor dengan guru yang membicarakan hal mengajar dan ada yang hubungannya dengan itu. Pembicaraan itu bertujuan untuk membantu. Pengembangan profesional guru dan sekaligus untuk perbaikan proses pengajaran itu sendiri. Sasaran supervisi klinis adalah perbaikan pengajaran dan bukan perbaikan kepribadian guru. Dalam supervisi klinis, supervisor dan guru merupakan teman sejawat dalam memecahkan masalah pengajaran di kelas. Terdapat lima langkah dalam melaksanakan supervisi klinis yaitu : (a) pembicaraan pra-observasi (b) melaksanakan observasi (c) melakukan analisis dan penentu strategi (d) melakukan pembicaraan tentang hasil supervisi serta (e) melakukan analisis setelah pembicaraan

c.                                                                                       d. Pendekatan Profesional
Menunjuk pada fungsi utama guru yang melaksanakan pengajaran secara profesional. Asumsi dasar pendekatan ini adalah bahwa karena tugas utama profesi guru itu adalah mengajar maka sasaran supervisi juga harus mengarahkan pada hal – hal yang menyangkut tugas mengajar itu, dan bukan tugas guru yang bersifat administratif.

4.  Prinsip supervisi
Dalam buku Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan karangan Piet A. Sahertian mengemukakan prinsip supervisi antara lain:
a.    Prinsip ilmiah (scientific), prinsip ini mengandung ciri-ciri sebagai berikut:
·         Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan  proses belajar mengajar.
·         Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data, seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dan seterusnya.
·         Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, berencana dan kontinu.
b.    Prinsip Demokratis
Servis dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab dan kehangatan sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya.
c. Prinsip kerjasama
Mengembangkan usaha bersama atau menurut istilah supervisi ‘sharing of idea, sharing of experience’, memberi support mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka merasa tumbuh bersama.

c.    Prinsip konstruktif dan kreatif
Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitas kalau supervisi mampu mencipakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara yang menakutkan.

Sedangkan Oteng Sutisna mengemukakan prinsip dalam pelaksanaan kegiatan supervisi, yaitu:
·      Supervisi merupakan bagian integral dari program pendidikan yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan
·      Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervisi
·      Supervisi hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah
·      Supervisi hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dari sasaran-sasaran pendidikan
·      Supervisi hendaknya membantu memperbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolah
·      Tanggung jawab bagi pengembangan program supervisi berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya.
·      Efektivitas program supervisi hendaknya dinilai secara periodik.

Dengan demikian prinsip supervisi merupakan bagian yang sangat penting untuk dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan supervisi. Dalam pelaksanaan prinsip supervisi sangat terlihat dari peran kepala sekolah sebagai supervisor atau pengawas internal bagi sekolahnya dalam memajukan dan mengembangkan sekolahnya, sehingga dengan adanya pedoman.prinsip supervisi kepala sekolah diharapkan memberikan pelayanan yang baik tanpa ada pemaksaan kepada guru-guru atau personal.


III. KESIMPULAN
Supervisi merupakan bantuan dalam wujud layanan profesional yang diberikan oleh orang yang lebih ahli dalam rangka peningkatan kemampuan profesional, terutama dalam proses belajar mengajar. Adapun tujuan supervisi adalah terbaikinya proses belajar mengajar, yang didalamnya melibatkan guru dan siswa, melalui serangkaian tindakan, bimbingan, dan arahan. Proses supervisi merupakan rangkaian yang dilaksanakan ketika supervisi dilaksanakan. Prosedur supervisi juga dapat dilaksanakan dengan proses yaitu pertemuan pendahuluan, observasi guru yang sedang mengajar, dan pertemuan balikan. Pelaksanaannya supervisi pengajaran berkembang melalui pendekatan-pendekatan yang memiliki pijakan ilmu tertentu. Pendekatan yang dimaksud yaitu ilmiah, artistik, dan klinik serta pendekatan yang bertitik tolak pada psikologi belajar, yaitu psikologi humanistik, kognitif, dan behavioral.

URGENSI ILMU DAN ULAMA


I.         PENDAHULUAN
Ulama merupakan bagian penting dalam perkembangan hidup dan kehidupan manusia. Dalam hal ini ulama memiliki peranan yang sangat penting. Pentingnya peranan ini dapat dirasakan dengan adanya perbedaan antara sikap dan perilaku orang yang berilmu dengan orang yang tidak. Untuk menjadikan seseorang memiliki ilmu, tentu saja peran ulama sangat dibutuhkan.
Ilmu yang disebarkan ulama tersebut menjadi tolak ukur baik buruknya peradaban manusia. Ilmu yang menuntun manusia untuk dapat berjalan sesuai rel yang seharusnya. Makalah ini akan sedikit mengupas tentang urgensi atau pentingnya ilmu dan ulama.
II.      PEMBAHASAN
A.      Ilmu yang bermanfaat
1.        Redaksi Hadits
وعن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إذا مات الإنسان انقطع عمله إلامن ثلاث صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له (رواه مسلم)
2.        Terjemah hadits
“Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda : Jika seorang manusia mati maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendo’akannya” (HR. Muslim)

3.        Kosa kata

انقطع         : terputus, hilang
ينتفع           : bermanfaat   

صالح         : saleh, baik


4.        Biografi perawi
Nama lengkap beliau ialah Imam Abdul Husain bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Dia dilahirkan di Naisabur tahun 206 H. Sebagaimana dikatakan oleh al-Hakim Abu Abdullah dalam kitabnya "Ulama'ul Amsar. Imam Muslim adalah penulis kitab syahih dan kitab ilmu hadits. Dia adalah ulama terkemuka yang namanya tetap dikenal sampai kini.
Kehidupan Imam Muslim penuh dengan kegiatan mulia. Beliau merantau ke berbagai negeri untuk mencari hadits. Dia pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Dia belajar hadits sejak masih kecil, yakni mulai tahun 218 H. Dalam perjalanannya, Muslim bertemu dan berguru pada ulama hadis.
Di Khurasan, dia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Di Ray, dia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu Ansan. Di Irak, dia belajar kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah. Di Hijaz, berguru kepada Sa'id bin Mansur dan Abu Mas'ab. Di Mesir, belajar kepada 'Amar bin Sawad dan Harmalah bin Yahya dan berguru kepada ulama hadits lainnya.
Imam Muslim berulangkali pergi ke Bagdad untuk belajar hadits, dan kunjungannya yang terakhir tahun 259 H. Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, Muslim sering berguru kepadanya. Sebab dia mengetahui kelebihan ilmu Imam Bukhari.
Setelah mengarungi kehidupan yang penuh berkah, Muslim wafat pada hari Ahad sore, dan di makamkan di kampong Nasr Abad daerah Naisabur pada hari Senin, 25 Rajab 261 H. dalam usia 55 tahun. Selama hidupnya, Muslim menulis beberapa kitab yang sangat bermanfaat.

5.        Penjelasan hadits
Dalam hadits ini dijelaskan tentang 3 hal yang akan mengalirkan pahala kepada seseorang secara terus menerus walaupun telah meninggal dunia seolah-olah ia masih melakukannya. Pertama, amal jariah yang dilakukannya semasa hidup, selama masih bisa dimanfaatkan maka pahalanya akan mengalir untuknya terus menerus.
Kedua, ilmu yang bermanfaat. Inilah yang menjadi pokok pembicaraan kali ini, dimana ilmu yang telah diajarkan dan disebarkan kemudian menjadi diamalkan oleh orang yang menerimanya juga akan menjadi amal terus menerus bagi orang yang telah meninggal dunia. Apalagi jika ilmu tersebut selalu diajarkan lagi kepada orang lain sehingga menjadi mata rantai tak terputus, maka semakin bertambahlah pahala dari ilmu yang diajarkan tersebut.
Ketiga, anak sholeh yang mendoakannya. Inipun tidak terlepas dari unsur pendidikan dalam memperolehnya. Dimana untuk menjadikan anak shaleh diperlukan adanya upaya mendidik secara terus-menerus. Tanpa upaya tersebut sulit rasanya memperoleh kualitas anak yang shaleh, sebab cara dan proses pendidikan seorang anak mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perkembangannya dan akan mempengaruhinya dalam bertindak saat besar nanti.
Intinya dalam hadits ini dapat disimpulkan bahwa :
a.    Pahala akan sampai kepada orang yang sudah meninggal melalui 3 cara. Ini karena dialah yang menajdi penyebab terjadinya 3 hal tersebut sehingga seakan-akan ia masih melakukannya.
b.    Anjuran untuk melakukan kebaikan yang pahalanya dapat mengalir terus-menerus meskipun telah meninggal dunia.
c.    Keutamaan ilmu, menyebarkan dan mengajarkannya.
d.   Anjuran untuk mendidik anak-anak dengan pendidikan yang islami agar orang tua bisa mengambil manfaat dari kebaikan amal yang dilakukan anaknya seperti halnya istigghfar dan do’anya.

B.       Bahaya krisis ilmu
1.        Redaksi Hadits
وعن عبد الله ابن عمربن العاص رضى الله عنهما قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إن الله لايقبض العلم انتزاعا ينتزعه من الناس ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يبقى عالما اتخذ الناس رؤوسا جهلا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا (متفق عليه)
2.        Terjemah hadits
“Dari Abdullah bin Umar bin Ash ra, ia berkata : Aku telah mendengar rasulullah sawbersabda : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan menghilangkannya secara langsung dari manusia, tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mencabut para ulama sehingga apabila tidak tersisa seorang ‘alim, manusia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka dari orang-orang bodoh, maka mereka ditanya dan memberi fatwa, maka mereka sesat dan menyesatkan. (muttafaq ‘alaih)”

3.        Kosa kata
ينتزع            : menghilangkan, melenyapkan
يقبض العلم      : mencabut ilmu
لم يبقى           : tidak tersisa sedikitpun
رؤوسا جهلا    : para pemimpin yang bodoh
فأفتو              : memberikan fatwa/keputusan
فضلوا وأضلوا  : sesat dan menyesatkan
4.        Biografi perawi
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, dua orang perawi yang sangat terkenal di kalangan umat islam. Nama lengkap Imam bukhori adalah Abuh Abdullah Muhammad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Akan tetapi beliau lebih terkenal dengan sebutan Imam Bukhari, karena beliau lahir di kota Bukhara, Turkistan.
Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu, beliau melakukan pengembaraan ke Balkh, Naisabur, Rayy, Baghdad, Bashrah, Kufah, Makkah, Mesir, dan Syam. Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil, Al Anshari, Makki bin Ibrahim, Ubaidaillah bin Musa, Abu Al Mughirah, ‘Abdan bin ‘Utsman, ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, Shadaqah bin Al Fadhl, Abdurrahman bin Hammad Asy-Syu’aisi, Muhammad bin ‘Ar’arah, Hajjaj bin Minhaal, Badal bin Al Muhabbir, Abdullah bin Raja’, Khalid bin Makhlad, Thalq bin Ghannaam, Abdurrahman Al Muqri’, Khallad bin Yahya, Abdul ‘Azizi Al Uwaisi, Abu Al Yaman, ‘Ali bin Al Madini, Ishaq bin Rahawaih, Nu’aim bin Hammad, Al Imam Ahmad bin Hanbal, dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya.
Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi, penyusun kitab Shahih Muslim.
Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Beliau pernah berkata, “Saya hafal seratus ribu hadits shahih, dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. Pada kesempatan yang lain belau berkata, “Setiap hadits yang saya hafal, pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”.
Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran.
Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank, nama sebuah desa di Samarkand. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari.

5.        Penjelasan hadits
Hadits diatas menjelaskan bahwa :
a.    para ulama adalah pellindung dan penentram manusia di bumi ini serta sumber keutamaan dan kebajikan.
b.    Kabar gembira bagi ulama bahwa Allah tidak akan mencabut ilmu mereka
c.    Anjuran menuntut ilmu untuk memperbanyak jumlah para ulama, agar masyarakat semakin mudah belajar agama
d.   Barang siapa yang mengklain sebagai ulama lalu berfatwa tanpa didasari ilmu, maka hal itu sama saja ia merugikan dirinya karena telah melakukan kebohongan atas nama Allah dan juga merugikan orang lain karena telah membodohi mereka.
e.    Kaum muslimin dilarang meminta fatwa kepada orang bodoh, dan para ulama dilarang berfatwa tanpa didasari ilmu.

C.      Keutamaan ilmu
1.        Redaksi Hadits
وعن أبي أمامة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال فضل العالم على العابد كفضلى على أدناكم ثم قال رسول الله إن الله وملئكته وأهل السماوات والارض حتى النملة فى حجرهاو حتى الحوت ليصلون على معلمى الناس الخير (رواه الترمذى وقال حديث حسن)
2.        Terjemah hadits
“dari Abi Amamah ra. Bahwa Rasulullah saw. Bersabda keutamaan orang yang berilmu atas  orang yang beribadah bagaikan keutamaan diriku atas  kalian semua, kemudian Rasulullah saw. Bersabda sesungguhnya Allah dan para malaikatnya serta seluruh penghuni langit dan bumi sampai semut diliangnya dan ikan-ikan sungguh bershalawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia (HR. Turmudzi dan ia berkata ini Hadits hasan)

3.        Kosa kata
العالم                 : Orang yang berilmu
العابد                 : Orang yang beribadah
النملة                 : Semut
حجر                 : liang
الحوت               : ikan
معلمى الناس        : orang yang mengajarkan manusia

4.        Biografi perawi
Imam Turmudzi adalah seorang muhaddits yang dilahirkan di kota Turmudz sebuah kota kecil di pinggir Utara Sungai Amuderiya, sebelah Utara Iran. Beliau dilahirkan pada bulan Dzulhijjah tahun 209 H (824 M) dan wafat di Turmudz pada akhir Rajab tahun 279 H (892 M) dalam usia 70 tahun.
Ia belajar dan meriwayatkan hadits dari ulama-ulama kenamaan. Di antaranya adalah Imam Bukhari, kepadanya ia mempelajari hadits dan fiqh. Juga ia belajar kepada Imam Muslim dan Abu Dawud. Bahkan Tirmizi belajar pula hadits dari sebagian guru mereka.Guru lainnya ialah Qutaibah bin Saudi Arabia’id, Ishaq bin Musa, Mahmud bin Gailan. Said bin ‘Abdur Rahman, Muhammad bin Basysyar, ‘Ali bin Hajar, Ahmad bin Muni’, Muhammad bin al-Musanna dan lain-lain.
Karyanya yang terkenal yaitu Kitab al-Jami’ (Jami’ At-Tirmizi). Ia juga tergolong salah satu "Kutubus Sittah" (Enam Kitab Pokok Bidang Hadits) dan ensiklopedia hadis terkenal. Imam Tirmizi, di samping dikenal sebagai ahli dan penghafal hadits yang mengetahui kelemahan-kelemahan dan perawi-perawinya, ia juga dikenal sebagai ahli fiqh yang mewakili wawasan dan pandangan luas. Barang siapa mempelajari kitab Jami’nya ia akan mendapatkan ketinggian ilmu dan kedalaman penguasaannya terhadap berbagai mazhab fikih. Kajian-kajiannya mengenai persoalan fiqh mencerminkan dirinya sebagai ulama yang sangat berpengalaman dan mengerti betul duduk permasalahan yang sebenarnya.

5.        Penjelasan hadits
Hadit diatas menjelaskan bahwa :
a.       Anjura untuk berbuat sesuatu yang banyak membawa manfaat bagi pelakunya dan orang lain.
b.      Menuntut ilmu adalah lebih utama dari ibadah-ibadah yang sunah, sebab ibadah sunah manfaaatnya terbatas hanya bagi pelakunya saja, sedangkan ilmu pengetahuan manfaatnya lebih luas, dapat dirasakan oleh pelaku dan orang lain.
c.       Anjuran untuk menghormati ulama dan orang yang menunut ilmu serta mendo’akan mereka.





D.      Mengingat ilmu
1.        Redaksi Hadits
وعن ابن عمر رضى الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إنما مثل صاحب القران كمثل الإبل المعلقة إن عاهدها عليها أمسكها وإن أطلقها ذهبت (متفق عليه)
2.        Terjemah hadits
“Dari  Ibn Umar ra. Rasulullah saw. Bersabda sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal qur’an bagaikan unta yang terikat, apabila ia menjaganya maka unta tersebut akan tetap ada dan apabila ia melepaskannya maka unta itu pergi. (Muttafaq ‘alaih).

3.        Kosa kata
صاحب القران      : Orang yang menghafal al-Qur’an
الإبل المعلقة        : Unta yang terikat

4.        Penjelasan hadits
Terdapat kesamaan antara orang lain yang hafal al-Qur’an dengan pemilik unta. Apabila ia mengikat dan menjaganya, maka unta tidak akan lepas. Namun apabila ia tidak mengikatnya, maka unta tidak akan lepas. Maka unta itu akan hilang dan susah untuk mendapatkannya kembali. Kesamaannya adalah cepatnya hafalan al-Qur’an itu hilang seperti unta yang lepas dari talinya.

III.   PENUTUP
Dari makalah ini dapat kita pahami sejauh mana peranan ulama dan ilmu dalam perikehidupan manusia. Saran, masukan, komentar dan kritik sangat diperlukan untuk membangun pemikiran yang baik khusunya tentang hal ini.





Namun demikian hal-hal yang disajikan dalam makalah ini tentu masih jauh dari kesempurnaan untuk itu saran, kritik dan masukan diharapkan dapat menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan itu sendiri.